Tomat, Makanan Super yang Tak Dikenal
Diterbitkan: 30 Maret 2025 pukul 11.40.18 UTC
Tomat bukan hanya sekadar makanan favorit di dapur. Tomat merupakan sumber utama likopen, antioksidan yang membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker. Sebagai buah dari Amerika Selatan, tomat sering digunakan sebagai sayuran. Tomat menghidrasi, dengan kandungan air 95%, dan rendah kalori, hanya 18 kalori per 100 gram. Tomat kaya akan vitamin C, serat, dan antioksidan. Menambahkannya ke dalam makanan Anda dapat meningkatkan kesehatan Anda.
Tomatoes, the Unsung Superfood
Tomat baik untuk kesehatan Anda secara keseluruhan. Tomat berukuran sedang menyediakan sekitar 35% vitamin C harian yang Anda butuhkan dan 1,5 gram serat. Ini membantu pencernaan dan menjaga sistem kekebalan tubuh Anda tetap kuat.
Likopen, yang ditemukan terutama di kulit, lebih mudah diserap saat tomat diolah, seperti dalam saus tomat atau pasta tomat. Hal ini menjadikan tomat sebagai bagian penting dari diet sehat. Siap mempelajari bagaimana tomat dapat meningkatkan kesehatan Anda? Mari kita bahas!
Poin-poin Utama
- Tomat merupakan sumber makanan utama likopen, antioksidan utama untuk mengurangi risiko jantung dan kanker.
- Dengan 95% air dan hanya 18 kalori per 100 gram, mereka menghidrasi dan rendah kalori.
- Penyerapan likopen meningkat bila dikonsumsi bersama lemak, sehingga manfaat kesehatannya lebih baik.
- Tomat menyediakan sejumlah besar vitamin C, mendukung elastisitas kulit, dan membantu fungsi kekebalan tubuh.
- Produk berbahan dasar tomat seperti saus tomat menyumbang lebih dari 80% asupan likopen dalam makanan orang Amerika.
Pengenalan pada Nutrisi Luar Biasa: Tomat
Tomat berasal dari Amerika Selatan dan memiliki sejarah panjang. Tomat pernah dianggap beracun di Eropa. Kini, tomat menjadi makanan super yang disukai di seluruh dunia. Tomat termasuk dalam famili Solanaceae dan telah menjadi bagian penting dari makanan kita.
Tomat kaya akan nutrisi seperti vitamin C, kalium, dan serat. Tomat berukuran sedang hanya mengandung 22 kalori, 1,5 gram serat, dan 292 mg kalium. Tomat juga mengandung banyak air, yang membantu pencernaan dan menjaga tubuh tetap terhidrasi.
- Vitamin C: 35% nilai harian
- Vitamin K: 18% kebutuhan harian untuk kesehatan tulang
- Likopen: Antioksidan yang bermanfaat bagi jantung dan kulit
- Rendah sodium (6mg) dan lemak (0,2g) untuk diet seimbang
Tomat tersedia dalam berbagai warna dan ukuran, seperti tomat ceri dan tomat steak. Setiap warna memiliki nutrisinya sendiri. Tomat dapat dimakan mentah, dimasak, atau dalam saus. Hal ini membuatnya mudah ditambahkan ke makanan apa pun.
Profil Nutrisi Tomat yang Menakjubkan
Tomat bukan hanya sekadar pelengkap lezat untuk makanan—tomat merupakan sumber nutrisi yang sangat baik. Dengan kandungan air sebesar 95%, tomat membantu Anda tetap terhidrasi dan melancarkan pencernaan. Tomat hanya mengandung 18 kalori per 100 gram, tetapi mengandung banyak nutrisi.
Vitamin dalam tomat berlimpah dalam setiap gigitan. Tomat mengandung banyak vitamin C yang meningkatkan kekebalan tubuh, dan vitamin K1 untuk kesehatan tulang. Tomat juga mengandung folat untuk mendukung fungsi sel. Nutrisi ini memenuhi kebutuhan tubuh tanpa menambah terlalu banyak kalori.
- Mineral dalam tomat meliputi kalium, penting untuk fungsi jantung dan otot, serta sejumlah kecil mangan dan fosfor.
- Serat makanan (1,2 g per 100 g) membantu menjaga pencernaan tetap lancar dan membuat Anda merasa kenyang.
Kepadatan nutrisi tomat merupakan kekuatan terbesarnya. Tomat mengandung banyak air dan vitamin/mineral dengan sedikit kalori. Hal ini membuatnya sempurna bagi mereka yang ingin mengonsumsi lebih banyak nutrisi tanpa harus makan lebih banyak. Baik mentah maupun matang, tomat merupakan cara mudah untuk menambahkan nutrisi penambah kesehatan ke dalam makanan apa pun.
Likopen: Antioksidan Utama dalam Tomat
Likopen adalah pigmen merah dalam tomat. Likopen merupakan antioksidan kuat yang melawan radikal bebas berbahaya. Likopen membantu menurunkan stres oksidatif, yang terkait dengan penyakit kronis.
Produk olahan tomat seperti saus, pasta, dan kecap memiliki lebih banyak likopen yang dapat diserap tubuh dibandingkan tomat mentah. Hal ini menjadikannya bagian penting dari pola makan orang Barat.
Tomat yang dimasak lebih baik dalam penyerapan likopen. Panas memecah dinding sel, melepaskan lebih banyak nutrisi ini. Penelitian dari Düsseldorf menunjukkan tomat yang dimasak memiliki likopen dua kali lebih banyak daripada tomat mentah.
Menambahkan lemak seperti minyak zaitun saat memasak dapat meningkatkan penyerapan hingga empat kali lipat. Ini memastikan tubuh Anda menggunakan likopen secara efisien.
- Panggang atau tumis tomat dengan minyak zaitun untuk mendapatkan manfaat likopen.
- Pilih saus marinara atau pasta tomat untuk asupan likopen terkonsentrasi.
- Campurkan tomat dengan alpukat atau keju untuk meningkatkan penyerapan nutrisi.
Penelitian menunjukkan likopen dapat mengurangi risiko kanker prostat hingga 35% dengan mengonsumsi produk tomat secara teratur. Likopen juga mendukung kesehatan jantung dengan meningkatkan keseimbangan kolesterol. Dengan menyesuaikan cara Anda mengolah tomat, Anda dapat memaksimalkan manfaat ini.
Manfaat Kesehatan Jantung dari Konsumsi Tomat Secara Rutin
Tomat sangat baik untuk kesehatan jantung karena mengandung likopen, kalium, dan serat. Mengonsumsi tomat secara teratur membantu menjaga kesehatan kardiovaskular. Tomat juga dapat mengatasi tekanan darah tinggi dan kolesterol.
Penelitian menunjukkan likopen dapat menurunkan kolesterol jahat dan meningkatkan fungsi pembuluh darah. Hal ini mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.
Sebuah studi yang melibatkan 7.056 peserta menemukan bahwa mengonsumsi lebih dari 110 gram tomat setiap hari dapat menurunkan tekanan darah tinggi hingga 36%. Suplemen likopen dapat menurunkan tekanan darah sistolik hingga 5,66 mmHg.
Konsumsi tomat dalam jumlah banyak juga menurunkan kadar kolesterol LDL. Wanita yang mengonsumsi 10 porsi tomat seminggu memiliki kadar LDL dan trigliserida yang lebih rendah. Peminum jus tomat memiliki kadar kolesterol yang lebih rendah dan kadar adiponektin yang melindungi jantung lebih tinggi.
Temuan utama dari tingkat konsumsi:
- Kurang dari 44g/hari: risiko hipertensi tertinggi
- 44–82g/hari: pengurangan sedang
- 82–110g/hari: peningkatan lebih lanjut
- Lebih dari 110g/hari: risiko hipertensi 36% lebih rendah
Bahkan perubahan kecil pun dapat membantu. EFSA menyetujui ekstrak tomat untuk mendukung aktivitas trombosit normal. Untuk kesehatan jantung terbaik, makanlah makanan yang kaya tomat setiap hari. Ini dapat menurunkan kolesterol dan tekanan darah, sehingga jantung Anda menjadi lebih sehat.
Tomat dan Pencegahan Kanker
Tomat dapat membantu menurunkan risiko kanker dengan nutrisi khususnya. Likopen, antioksidan kuat dalam tomat, dikaitkan dengan kanker prostat dan pencegahan kanker. Penelitian menunjukkan pria yang mengonsumsi lebih banyak makanan berbahan dasar tomat memiliki risiko kanker prostat hingga 40% lebih rendah, menurut data NIH dari 72 penelitian.
Perlindungan antioksidan likopen melawan radikal bebas yang merusak perlindungan sel. Tomat juga memiliki senyawa antiperadangan yang dapat memperlambat pertumbuhan tumor dengan menjaga sel tetap sehat. Sebuah studi tahun 2002 menemukan bahwa asupan likopen yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko kanker mulut dan esofagus yang 30% lebih rendah.
- Diet tinggi tomat mengurangi risiko kanker prostat hingga 19%, berdasarkan meta-analisis dari 21 penelitian.
- Studi laboratorium menunjukkan ekstrak tomat menunda perkembangan tumor pada model tikus.
- Mengonsumsi 5-7 mg likopen setiap hari (sekitar dua porsi tomat matang) sejalan dengan manfaat pencegahan kanker yang optimal.
Tidak ada satu pun makanan yang dapat menyembuhkan kanker, tetapi nutrisi tomat dapat membantu jika menjadi bagian dari pola makan nabati. Mengonsumsi tomat dengan lemak sehat seperti minyak zaitun dapat meningkatkan penyerapan likopen. Hindari daging olahan dan terlalu banyak gula, karena dapat menghilangkan manfaat ini. Dengan kasus kanker global yang diperkirakan akan meningkat, memilih makanan yang kaya tomat dapat menjadi cara sederhana untuk meningkatkan kesehatan jangka panjang.
Bagaimana Tomat Mendukung Kesehatan Kulit dan Anti Penuaan
Tomat bukan hanya pelengkap salad. Tomat mengandung likopen dan vitamin C yang melindungi dan meremajakan kulit Anda. Mengonsumsi tomat secara teratur dapat meningkatkan kolagen, protein yang menjaga kekencangan kulit dan mengurangi kerutan. Tomat mengandung banyak vitamin C yang penting untuk kolagen.
Sebuah studi tahun 2006 menemukan bahwa mengonsumsi pasta tomat dengan minyak zaitun setiap hari selama 10 minggu dapat mengurangi sensitivitas UV hingga 40%. Likopen berfungsi sebagai tabir surya internal, melindungi sel-sel kulit dari kerusakan akibat sinar matahari. Likopen juga melawan radikal bebas yang menyebabkan penuaan dini. Tomat juga mengandung vitamin B seperti B-1 dan B-3, yang membantu menjaga kelembapan kulit dan dapat mengurangi bintik-bintik penuaan. Kalium dalam tomat menjaga kelembapan kulit, mencegah kekeringan yang terlihat pada penderita dermatitis.
- Peningkatan kolagen: Vitamin C dalam tomat memperkuat elastisitas kulit.
- Pertahanan UV: Likopen mengurangi risiko terbakar matahari bila dimakan dengan lemak sehat seperti minyak zaitun.
- Campuran anti-penuaan: Antioksidan memperlambat pembentukan kerutan dan memperbaiki warna kulit.
Untuk perawatan anti-penuaan, cobalah masker wajah buatan sendiri dengan tomat yang diblender atau tambahkan tomat ke dalam makanan sehari-hari. Meskipun sebagian besar bermanfaat, beberapa orang mungkin mengalami kemerahan atau gatal karena keasaman. Mengonsumsi tomat bersama tabir surya menawarkan perlindungan ganda terhadap sinar UV. Baik dimakan mentah, dimasak, atau dicampur menjadi masker, nutrisi tomat menutrisi kulit dari dalam ke luar.
Manfaat Tomat Bagi Kesehatan Pencernaan
Tomat membantu kesehatan pencernaan berkat kandungan seratnya. Tomat berukuran sedang mengandung 1,5 gram serat. Sebagian besar merupakan serat yang tidak larut, seperti hemiselulosa dan selulosa.
Jenis serat ini membuat tinja lebih padat. Serat ini membantu pergerakan usus yang teratur dan mencegah sembelit. Sisa serat memberi makan bakteri baik dalam usus, meningkatkan kesehatan usus.
Penelitian menunjukkan tomat baik untuk usus. Sebuah penelitian di Ohio State University menemukan bubuk tomat meningkatkan bakteri usus yang baik pada anak babi. Hal ini menunjukkan tomat dapat membantu menciptakan lingkungan usus yang lebih sehat.
- Makanlah tomat mentah atau dimasak untuk mendapatkan serat tidak larut dan prebiotik.
- Padukan dengan makanan kaya probiotik seperti yoghurt untuk manfaat usus ekstra.
- Serat tomat juga membantu pencernaan bagi banyak orang, tetapi mereka yang menderita asam lambung harus memperhatikan asupannya.
Menambahkan tomat ke dalam makanan Anda adalah cara mudah untuk mendukung kesehatan pencernaan. Seratnya bekerja dengan pencernaan alami tubuh Anda. Nikmati tomat dalam salad, saus, atau hidangan panggang untuk menjaga pencernaan tetap lancar tanpa kehilangan rasa.
Tomat untuk Manajemen Berat Badan dan Kesehatan Metabolisme
Tomat sangat baik untuk menjaga berat badan. Tomat hanya mengandung 18 kalori per 100g. Tomat penuh nutrisi tetapi rendah kalori. Hal ini membuatnya sangat mengenyangkan.
Serat dan air dalam tomat membantu Anda merasa kenyang lebih lama. Hal ini dapat membantu mengendalikan rasa lapar. Penelitian juga menunjukkan tomat dapat membantu membakar lemak dan mendetoksifikasi tubuh.
Sebuah penelitian yang melibatkan 61 anak obesitas menunjukkan bahwa tomat dapat sangat membantu. Anak-anak yang minum jus tomat kehilangan berat badan 4 kg lebih banyak daripada yang lain. Mereka juga memiliki kesehatan hati yang lebih baik dan lebih sedikit peradangan.
Ini menunjukkan tomat dapat meningkatkan metabolisme dan membantu mencapai tujuan berat badan.
- Tomat ceri mengandung 31 kalori per 1/2 cangkir, menjadikannya pilihan makanan rendah kalori.
- Kandungan serat pada tomat membantu rasa kenyang, sehingga mencegah makan berlebihan.
- Suplemen jus tomat dikaitkan dengan berkurangnya peradangan dan peningkatan metabolisme dalam penelitian.
Tambahkan tomat ke dalam makanan Anda untuk kesehatan metabolisme yang lebih baik. Tomat membuat Anda kenyang dan cocok untuk rencana pengelolaan berat badan. Tomat meningkatkan metabolisme dan menyediakan vitamin penting, membantu Anda mencapai target berat badan.
Manfaat Tomat untuk Kesehatan Mata dan Penglihatan
Tomat baik untuk mata karena mengandung lutein dan zeaxanthin. Nutrisi ini membantu melindungi retina. Keduanya juga menghalangi cahaya biru yang berbahaya dan melawan kerusakan oksidatif yang dapat menyebabkan hilangnya penglihatan.
Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi tomat secara teratur dapat menurunkan risiko degenerasi makula terkait usia. Ini adalah penyebab utama kebutaan pada orang dewasa yang lebih tua. Hal ini dapat mengurangi risiko hingga 35%.
Lutein dan zeaxanthin melawan radikal bebas dan mengurangi peradangan mata. Keduanya dikaitkan dengan penurunan risiko masalah penglihatan terkait usia hingga 25%. Senyawa ini juga membantu mengurangi ketegangan mata akibat layar, yang dapat menyebabkan sakit kepala dan kelelahan.
- Tomat merupakan sumber vitamin A, penting untuk menjaga penglihatan tetap jernih.
- Vitamin C dalam tomat mengurangi risiko katarak hingga 30% dengan memperkuat jaringan mata.
- Dikombinasikan dengan karotenoid lain, lutein dan zeaxanthin meningkatkan kekuatan antioksidan melampaui efek individual.
Tomat yang dimasak memiliki lebih banyak likopen, tetapi baik mentah maupun matang, tomat baik untuk mata Anda. Menambahkan tomat ke dalam salad, saus, atau camilan dapat membantu kesehatan mata Anda. Lindungi penglihatan Anda secara alami dengan tambahan makanan yang sederhana dan kaya nutrisi ini.
Berbagai Cara untuk Menambahkan Lebih Banyak Tomat ke dalam Pola Makan Anda
Tomat sangat serbaguna di dapur, menambah cita rasa dan nutrisi pada makanan. Gunakan tomat dalam omelet atau roti panggang alpukat untuk mendapatkan vitamin C. Untuk makan siang, cobalah salad caprese atau salsa buatan sendiri untuk taco. Untuk makan malam, panggang tomat dalam pasta atau roti lapis.
Simpan tomat agar dapat dinikmati sepanjang tahun. Bekukan tomat utuh atau cincang untuk sup. Keringkan untuk keripik kenyal atau saus. Saus tomat kalengan cocok untuk malam yang dingin. Tomat ceri lezat sebagai camilan, diberi sedikit garam atau dengan rempah-rempah.
- Campurkan ke dalam smoothie untuk mendapatkan rasa gurih
- Bruschetta dengan basil segar dan bawang putih di atasnya
- Panggang dengan bawang putih untuk pelengkap pasta
- Lapisi dengan frittata atau quiche
- Campurkan ke dalam salad tuna atau ayam
- Panggang dan sajikan dengan mozzarella sebagai hidangan pembuka yang cepat
Memasak dengan tomat akan menghasilkan yang terbaik. Padukan dengan minyak zaitun untuk penyerapan likopen yang lebih baik. Cobalah ezme Turki atau gazpacho Spanyol untuk mendapatkan cita rasa yang unik. Bahkan tomat manisan menambah rasa manis pada salad. Ada banyak cara untuk menikmati cita rasanya yang kaya.
Potensi Kekhawatiran: Alergi dan Sensitivitas Tomat
Tomat kaya akan nutrisi, tetapi beberapa orang mungkin mengalami reaksi yang buruk. Alergi tomat jarang terjadi tetapi dapat menyebabkan masalah sistem kekebalan tubuh, terutama pada mereka yang alergi terhadap serbuk sari rumput. Masalah ini sering kali menyebabkan mulut gatal atau tenggorokan sesak.
Orang yang sensitif terhadap tanaman Solanaceae mungkin juga bereaksi terhadap makanan seperti terong atau paprika. Keasaman tomat dapat memperburuk refluks asam bagi sebagian orang. Gejala sensitivitas makanan meliputi sakit perut atau ruam kulit, berbeda dengan alergi yang sebenarnya.
- Sindrom alergi oral: Mulut terasa geli atau bengkak
- Sensitivitas Solanaceae: Nyeri sendi atau peradangan
- Refluks asam: Sakit maag atau gangguan pencernaan
Jika Anda merasakan gejala, temui dokter spesialis alergi untuk menjalani tes. Orang yang alergi lateks juga mungkin bereaksi. Meskipun alergi tomat memengaruhi 1,7-9,3% dari sebagian orang, sebagian besar kasus bersifat ringan. Cobalah tomat rendah asam atau tomat yang dimasak untuk mengurangi iritasi. Selalu dapatkan saran medis untuk reaksi serius.
Tomat Organik vs. Tomat Konvensional: Apakah Ada Perbedaan Gizi?
Memilih antara tomat organik dan konvensional lebih dari sekadar rasa. Penelitian menunjukkan tomat organik mungkin memiliki lebih banyak nutrisi. Sebuah studi oleh Universitas Barcelona menemukan tomat Daniela organik memiliki 34 senyawa fenolik. Senyawa ini membantu melawan penyakit dan sering ditemukan dalam jumlah yang lebih tinggi pada tomat organik.
- Pestisida: Pertanian organik melarang pestisida sintetis, sementara sistem konvensional memperbolehkan penggunaannya.
- Kandungan nutrisi: Metode organik dapat meningkatkan polifenol dan vitamin C karena pengelolaan tanah alami.
- Pertanian berkelanjutan: Praktik organik berfokus pada kesehatan tanah melalui kompos dan rotasi tanaman, sehingga mengurangi dampak lingkungan.
Pertanian konvensional menggunakan gas etilen buatan untuk mempercepat pematangan, yang dapat mengubah rasa. Tomat yang bersumber secara lokal, meskipun bukan organik, mungkin rasanya lebih enak karena matang secara alami. Jika biaya menjadi masalah, membeli tomat yang sedang musim atau menanamnya sendiri adalah pilihan yang baik.
Tomat organik bersertifikat USDA harus mengikuti standar yang ketat, termasuk tidak menggunakan pupuk sintetis. Meskipun kedua jenis tomat tersebut bergizi, pilihan organik mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi paparan pestisida. Pikirkan tentang apa yang paling penting bagi Anda: kesehatan, rasa, atau lingkungan saat memutuskan.
Kesimpulan: Jadikan Tomat Bagian Rutin dari Pola Makan Sehat Anda
Tomat kaya akan nutrisi, sehingga sangat cocok untuk diet sehat. Tomat membantu melindungi jantung dan melawan kanker. Dengan hanya 22 kalori dalam tomat berukuran sedang, tomat sangat cocok untuk santapan sehari-hari.
Tomat kaya akan likopen, kalium, dan serat. Nutrisi ini membantu menjaga kesehatan Anda. Mengonsumsi tomat mentah dalam salad atau dimasak dalam saus adalah langkah yang cerdas.
Penelitian menunjukkan bahwa memasak tomat meningkatkan kadar likopennya. Hal ini membantu menurunkan risiko penyakit jantung. Tomat juga mengandung kalium seperti pisang, yang membantu menurunkan tekanan darah. Seratnya membantu pencernaan dan membantu mengelola berat badan.
Nikmati tomat dengan biji-bijian utuh atau protein rendah lemak untuk makanan seimbang. Harganya terjangkau dan tersedia sepanjang tahun. Pilih tomat organik untuk menghindari pestisida, tetapi tomat non-organik juga sehat.
Tomat merupakan makanan yang wajib ada dalam diet sehat. Tomat rendah kalori tetapi kaya antioksidan. Gunakan tomat dalam sandwich atau sup untuk meningkatkan kesehatan Anda. Menambahkan tomat ke dalam makanan Anda dapat memberikan perbedaan besar pada kesehatan Anda.
Penafian Nutrisi
Halaman ini berisi informasi tentang kandungan nutrisi dari satu atau beberapa bahan makanan atau suplemen. Kandungan tersebut dapat bervariasi di seluruh dunia, tergantung pada musim panen, kondisi tanah, kondisi kesejahteraan hewan, kondisi lokal lainnya, dll. Selalu pastikan untuk memeriksa sumber-sumber lokal Anda untuk mendapatkan informasi yang spesifik dan terkini yang relevan dengan daerah Anda. Banyak negara memiliki pedoman diet resmi yang harus didahulukan daripada apa pun yang Anda baca di sini. Anda tidak boleh mengabaikan saran profesional karena sesuatu yang Anda baca di situs web ini.
Selain itu, informasi yang disajikan pada halaman ini hanya untuk tujuan informasi. Meskipun penulis telah melakukan upaya yang wajar untuk memverifikasi keabsahan informasi dan meneliti topik-topik yang dibahas di sini, dia mungkin bukan seorang profesional terlatih dengan pendidikan formal tentang masalah ini. Selalu konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi profesional sebelum melakukan perubahan signifikan pada pola makan Anda atau jika Anda memiliki masalah terkait.
Penafian Medis
Semua konten di situs web ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti saran profesional, diagnosis medis, atau perawatan. Tidak ada informasi di sini yang boleh dianggap sebagai saran medis. Anda bertanggung jawab atas perawatan, perawatan, dan keputusan medis Anda sendiri. Selalu mintalah saran dari dokter Anda atau penyedia layanan kesehatan berkualifikasi lainnya jika Anda memiliki pertanyaan tentang kondisi medis atau kekhawatiran tentang kondisi tersebut. Jangan pernah mengabaikan saran medis profesional atau menunda mencarinya karena sesuatu yang telah Anda baca di situs web ini.